download: Pdficon.png
Odticon.png
Version: 1.1

Doa

From 4training
Jump to: navigation, search
Other languages:
Albanian • ‎Arabic • ‎Brazilian Portuguese • ‎Dutch • ‎English • ‎French • ‎German • ‎Hindi • ‎Indonesian • ‎Italian • ‎Korean • ‎Kyrgyz • ‎Malayalam • ‎Polish • ‎Spanish • ‎Tamil • ‎Turkish • ‎Turkish (secular)
More information about Indonesian

Mengapa kita harus berdoa?

Esensi doa adalah "berbicara dengan Allah" dan juga nafas bagi kehidupan rohani kita. Allah tertarik pada Anda dan ingin membangun hubungan dengan Anda. Hubungan ini sama seperti hubungan lain nya: Semakin sering dan jujur ​​kita berbicara dengan satu sama lain, semakin dalam dan kuat pula hubungan itu.

Matius 6:5-13

Apa yang kita pelajari di sini tentang doa?


Enam jenis doa

Penyembahan
Menyembah Allah (Mazmur 34:2)
Pujian Syukur
Berterimakasih pada Tuhan atas rahmat dan pemeliharaan-Nya. (1 Tesalonika 5:18)
Ratapan
Serukan sakit atau beban Anda dan ekspresikan keluhan Anda kepada Allah. (Mazmur 13:1-3)
Mengakui dosa
Mintalah Tuhan untuk mengampuni dosa-dosa Anda. (1 Yohanes 1:9)
Permintaan
Mintalah Allah untuk memenuhi kebutuhan Anda secukupnya. (Filipi 4:6-7)
Perantaraan doa
Mintalah Allah untuk memenuhi kebutuhan orang lain. (1 Timotius 2:1)

Bagaimana kehendak Allah mempengaruhi doa kita

Ada 3 jenis doa mengenai kehendak Allah:

  1. Tuhan sudah membuat keputusan
    Contoh: "Tuhan, aku ingin dilahirkan di waktu dan di tempat yang lain."
    → Tidak peduli seberapa banyak Anda berdoa, tidak ada yang akan berubah.
  2. Tuhan tahu bahwa apa yang kita doakan sebenarnya bukan yang terbaik untuk kita. Tetapi karena kita terus berdoa untuk itu dan tidak mendengarkan apa yang sebenarnya Dia ingin katakan kepada kita, Dia akhirnya berkata "baiklah", berharap bahwa kita akan belajar dari konsekuensinya.
    Contoh: Seorang anak kecil mendatangi orangtuanya dan ingin membawa secangkir air ke atas meja. Orangtuanya tahu bahwa meja masih terlalu tinggi untuk anaknya dan menyarankan untuk membawa cangkirnya bersama-sama. Tetapi anak itu keras kepala: “Tidak! Saya yang melakukannya!" Akhirnya orang tua setuju. Tapi seperti yang mereka prediksi, anak itu menjatuhkan cangkir.
    Orang tua menghibur anak itu, memberinya kain kering dan menyeka air tumpahan. Sekali lagi orangtua itu menyarankan agar mereka membawa cangkir bersama. Kali ini anak itu setuju dan semuanya bahagia.
    → Apakah yang Anda doakan benar-benar baik? Apakah Anda berdoa dengan motif yang benar?
    → Anda harus bertanggung jawab atas hasilnya.
  3. Kita berdoa supaya yang terjadi sesuai dengan kehendak Tuhan
    → Dia akan melakukannya! Cari tahu lebih lanjut tentang kehendak Tuhan dan doakanlah. (1 Yohanes 5:14)

Lampu lalu lintas: Gambar mengenai jawaban Tuhan untuk doa kita

"Iya." Lampu hijau Tuhan menyetujui dan mengabulkan permintaan Anda.
“Tidak.” Lampu merah Tuhan tidak setuju dengan doa/ permintaan Anda, Ia memiliki rencana/ pendapat yang berbeda.
“Tunggu.” Lampu kuning Tuhan (masih) belum menanggapi, jadi Anda harus bersabar.

Mendengarkan Tuhan

Saat kita berbicara kepada Tuhan, di waktu yang bersamaan Dia pun ingin berbicara kepada kita. Semakin banyak waktu yang kita habiskan bersama-Nya, kita semakin akrab dengan suara-Nya. Berikut adalah empat prinsip utama mengenai ini:

Diam bersama Tuhan
Temukan tempat dimana Anda bisa menjauhkan diri dari gangguan dan Anda bisa memanfaatkan waktu untuk memfokuskan pikiran Anda. Untuk hal-hal lain yang masih muncul di pikiran Anda: Serahkanlah itu baik kepada Tuhan atau buatlah catatan khusus sehingga saat ini Anda dapat berkonsentrasi pada Tuhan sepenuhnya.
Melihat
Tuhan jarang berbicara dengan suara yang dapat didengar, jadi Anda tidak harus fokus pada telinga Anda. Sebaliknya Dia lebih suka menggunakan imajinasi kita dan sering menunjukkan kepada kita hal-hal di depan "mata pikiran" kita.
Pemikiran spontan
Ketika kita telah menerima Roh Kudus, Dia mempengaruhi pemikiran kita. Semakin kita memberi ruang kepada-Nya, semakin Dia akan membentuk pikiran kita. Seringkali Tuhan tidak berbicara dengan perintah yang keras, Dia lebih suka berbicara dengan lembut melalui pikiran yang masuk ke pikiran kita.
Menulis
Ini sangat membantu untuk menuliskan percakapan dengan Tuhan, termasuk pertanyaan kita kepada-Nya serta pemikiran yang kita terima sebagai jawaban. Jangan berpaku dengan pikiran, menanyakan apakah itu dari Tuhan atau tidak, tetapi tulis semuanya tanpa menyaringnya. Nanti Anda dapat memeriksa lebih banyak jika Anda tidak yakin dengan beberapa poin.

(bandingkan Habakuk 2:1-2)

Petunjuk lainnya

  • Kita dapat berbicara dengan Tuhan sama seperti kita berbicara dengan orang lain. Dia mendengar apa yang kita katakan di dalam hati kita. Terutama ketika kita bersama dengan orang lain, ada baiknya berdoa sambil memperkatakannya sehingga bisa menjadi percakapan setiap orang bersama dengan Tuhan.
  • Kita membutuhkan kegigihan dalam hal berdoa: "Kemudian Yesus memberi tahu para murid-Nya sebuah perumpamaan untuk menunjukkan kepada mereka bahwa mereka harus selalu berdoa dan tidak menyerah." (Lukas 18:1).
  • Kita dapat berdoa kapan saja dan dimana saja.
  • Kita berdoa dalam nama Yesus (Yohanes 14:13)
    Dia menyarankan Anda untuk bertindak berdasarkan kisah-Nya. Kita perlu berdoa apa yang Yesus doakan. Lalu kita berdoa atas "Kehendaknya" dan Dia akan menjawab. Penting: “dalam nama Yesus” bukanlah formula ajaib yang dengannya doa menjadi lebih kuat secara otomatis.
  • Tuhan telah memberi kita otoritas melalui Yesus yang dapat kita gunakan dalam doa. Itu berarti kita dapat menyatakan hal-hal tersebut (misal mengucapkan berkat, menghindari dosa atau mematahkan kutukan). Kita juga dapat memerintahkan penyakit atau iblis untuk pergi (Lukas 9:1-2).

Penerapan

Manakah dari enam jenis doa (pujian, ucapan syukur, ratapan, pengakuan dosa, permintaan, syafaat) yang ingin Anda integrasikan lebih dalam di kehidupan doa Anda?

Pertanyaan apa yang ingin Anda tanyakan pada Tuhan? Dimana dan kapan waktu yang tepat?

Tujuan saya: